Menjawab Fitnah, Keluarga Korban Trisakti 1998 Mendukung Prabowo

image

JAKARTA, KOMPAS.com — Dukungan terhadap calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengalir dari keluarga korban tragedi Trisakti 1998. Lasmiyati, ibu dari mahasiswa korban bernama Heri Hertanto, yakin bahwa Prabowo tidak terlibat sebagai dalang dalam tragedi tersebut.
“Beliau sudah ke rumah saya dan bersumpah bahwa Pak Prabowo tidak terlibat dan saya meyakini itu,” ujar Lasmiyati dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (12/5/2014).

Hal tersebut dikatakan Lasmiyati setelah melakukan pertemuan dengan Prabowo dan para keluarga korban peristiwa Trisakti 1998 pada Sabtu (10/5/2014). Selain Lasmiyati, pertemuan itu juga dihadiri oleh Hira Teti, ibu dari Elang Mulia Lesmana, adik kandung Elang, RM Awangga, dan Karsiah, ibu dari Hendriawan Sie. Heri, Elang, dan Hendriawan tewas tertembak dalam peristiwa unjuk rasa di depan kampus Trisakti, 12 Mei 1998.

Lasmiyati mengatakan, kebulatan niatnya mendukung Prabowo menjadi presiden didasarkan pada tekad Prabowo untuk memperhatikan kesejahteraan rakyat agar lebih baik. “Saya mengharapkan Pak Prabowo menjadi presiden dan jika sudah jadi harus mampu menyejahterakan rakyat Indonesia,” kata Lasmiyati.
Kedatangan Prabowo menemui keluarga korban didampingi oleh Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Hashim Djojohadokusumo, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon, Wakil Sekjen Gerindra Sudaryono, dan Koordinator Media Center Budi Purnomo Karjodiharjo. Pertemuan itu difasilitasi oleh Forum Alumni dan Mahasiswa Trisakti.
Secara terpisah, Hira Heti dan Awangga yakin bahwa kabar pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan Prabowo hanyalah isu yang dikembangkan para lawan politiknya. Mereka pun menyatakan dukungan Prabowo karena menilai nasib Indonesia akan lebih baik di tangannya.
“Kami mendukung Prabowo karena yakin dengan kemampuan dan ketegasan beliau akan mampu membawa Indonesia lebih baik dan lebih sejahtera,” ujar Hira di kediamannya, Senin siang.
Hira menganggap Prabowo memiliki pengetahuan luas dan pengalaman internasional yang mumpuni sehingga siap menjadi sosok pemimpin bangsa. Adapun Awangga menganggap Prabowo sebagai sosok idolanya. Menurut dia, Prabowo dapat menyampaikan program-programnya dengan jelas dan terarah. “Pak Prabowo tokoh favorit saya, programnya sudah jelas untuk memajukan Indonesia,” kata Awangga.

77 thoughts on “Menjawab Fitnah, Keluarga Korban Trisakti 1998 Mendukung Prabowo”

    1. saya tidak menemukan berita ini di situs kompas.com, dan juga situs berita lainnya, sudah dipastikan ini berita hoax, silahkan browse sendiri, jika masih membawa nama kompas.com, lebih baik kita laporkan ke pihak kompas gramedia sebagai bentuk penyalahgunaan nama instansi penyedia informasi.

      Suka

      1. Tuntut aja boss. Jgn asal ngoceh. Nih biar gampang, no KTP ku 1207262408770011.
        Jgn lupa laporin ke Kompas.com.
        Kl dlm waktu 2×24 jam blm ada panggilan ke aku, aku laporin balik mau? Ahh… Kamu kan anonim, ngerepotin aja.

        Suka

      1. Sekarang ini adalah masa dimana kita harus memilih, seorang pemimpin yang patriotik atau seorang pemimpin yang aman (ah) nya terkendali. Ketika Indonesia dibangun oleh sejarah yang kelam kelak akan lahir seorang Ksatria dari kawah candradimuka dimana telah digodok jiwanya dan ditempa hatinya. Maju sebagai ksatria untuk kemenangan atau kalah bermartabat.

        Suka

  1. kita doakan semoga para korban 98 ditempatkan disi Allah SWT… dan klg yg ditinggalkan sll diberikan kesabaran dan hidayahNYA… amiiin…. trm kasih Prabowo… bpk sdh berikan pelajaran yg baik kpd bangsa ini

    Suka

    1. Alhamdulillah. Buat yg prnh merasakan panasnya kampus 98 faham bener kl musuh mahasiswa waktu itu adl polisi, bkn tentara. Dan saat tentara masuk, suasana pun lbh tenang.

      Suka

  2. Silahkan berkomentar cerdas…
    INFO SEBENARNYA PRABOWO MEMIMPIN PASUKAN MAWAR PERINTAH ATASAN UNTUK MENYELIDIKI KE 24 ORG YG KEMUDIAN JADIKORBAN, KESALAHAN PRABOWO BELIAU MENANGKAP (DILUAR PERINTAH) 9 ORANG TERSEBUT DAN 13 ORG LAIN TIDAK JELAS, DANPRABOWO SENDIRI MENGAKUI KESALAHAN ITU, INTINYA PRABOWO MENGAMBIL TINDAKAN SENDIRI DILUAR WEWENANG YAITU PENANGKAPAN YG KEMUDIAN DIANGGAP SEBAGAI PENCULIKAN, PELAJARI DENGAN BENAR KISAH 98,,,,,,,,,,,,,,,,,,IBU LASMIYATI TIDAK BISA DIJADIKAN RUJUKANA PEMBENARAN KARNA ITU PENDAPAT PRIBADI DAN TANPA DATA

    Suka

    1. saya ingn sekali mendengar data anda…. karena saya yakin anda lebih tahu dari Prabowo ataupun tim DKP. Mohon penjelasan anda untuk pencerahan saya termasuk anak cucu saya…

      Suka

    2. Mas Agus ini korban penculikan 98 iya, kok lebih tau ya ? hebat mas Agus bisa hidup kembali,..
      kasih aja data nya mas. Mumpung pak prawbowo lagi Nyapres. kan sebelum nyapres ente diam2 aje, apalagi wktu dipinang bu Mega. Knpa di ungkit2 lagi ya? atau mgkn ????

      Suka

    3. katanya korban 24, 9 diculik 13 tidak jelas, emang 9+13=24?, itung lagi deh mas, wah..hebat banget masnya ngarang data :p

      Suka

    4. Trus pembenaranNya harus datang dari anda.. saya pernah ketemu salah satu dari kostrad menjelaskan bahwa sanya kostrad di siapkan di belakang dari kepolisian… jika militer yg brtindak yakin saja ratusan korban..

      Suka

  3. Tindakan seorang anak bangsa untuk menyelamatkan bangsanya perlu pengorbanan yang besar, dan hanya orang berjiwa luhur dan pemberani yg mampu untuk melakukannya walaupun akan berdampak negatif terhadap dirinya… SALUT BUAT PRABOWO ATAS KEBERANIANNYA..
    (Kebenaran bukan Kesalahan)

    Suka

  4. Agus, sekilas komentar anda kelihatan berkelas padahal sebenarnya kosong, anda tidak memahami peristiwa 98 bahkan berhitung pun anda masih salah….😦

    Suka

  5. saya lebih pilih prabowo ketimbang milih pemimpin babu yahudi , prabowo seorang patriotik , msh ada jiwa seorang alm soekarno , klo untuk blusukan ke rakyat kecil semua orang bisa . tp untuk membawa suatu negara yg terpuruk menjadi negara yg disegani dan dihormati bangsa serta negara lain saat ini opsi pilihan hanya di jiwa bapak Prabowo Subianto . rakyat akan sejahtera jika negaranya dihormati dan disegani bangsa lain . trims .

    Suka

    1. Kok bilang babu Yahudi itu analisis dan data dari mana ? Data masih katanya-katanya sudah diambil kesimpulan kayak orang gak pernah kuliah. Yang jelas Jokowi dan JK sudah pengalaman memimpin rakyat bukan memimpin tentara. Tentara yang blusukan hanya jenderal Yusuf. Tidak semua pemimpin mau blusukan, walaupun bisa. Kebetulan saya tahu Trah/ nasabnya Prabowo, keturunan prajurit HB2 (sekaligus keturunannya), yang karena kesalahan menjalankan perintah, akhirnya di’santri”kan (atau dihukum untuk tinggal di desa). Sumitro (bapaknya Prabowo), karena kesalahan tafsir situasi malah terlibat dengan PRRI-Permesta. Prabowo memang orang baik, cuman karena grusa-grusu sering menjadi tidak cerdas dan salah bertindak.

      Suka

      1. Wah… Makasih infonya mas. Ternyata Prabowo lahir dr keturunan pejuang. Salut buat buyut & bapaknya yg berani mengambil sikap.
        Bukan tdk mungkin suatu saat nanti PRRI tdk dianggap pemberontakan, hanya perlawanan thd pemerintah pusat yg dianggap tdk memperhatikan daerah2. Banyak ‘penjahat’ PRRI di daerah malah dianggap pahlawan.

        Suka

  6. Jika kita hendak memilih… jadikan diri kita ibarat seorang Presiden dan mulailah berfikir ala Prabowo dan alay Jokowi dari situ kita bisa membuktikan mana yang lebih mampu untuk Indonesia.
    Sedikit pemahaman tentang cara proses berfikir yang baik misalnya:
    -) Jokowi dengan menjual konsep DRONE (pesawat tanpa awak untuk spionase) sepintas seperti hebat, cerdas, tepat sasaran untuk kebutuhan illegal fishing dan dia akan membeli sekitar 3 buah dan menelan dana hingga kira-kira sebesar 1,5 triliun meskipun satelit nya masih NEBENG tidak masalah (I don’t think about dead)
    +) Jawaban pribadi saya (jika saya seorang Presiden) adalah konsep pertahanan keamanan dengan membeli alutsista yang mumpuni tidak harus dibeberkan ke publik… hehehehe apalagi dijual untuk alat kampanye. Sebab konsep sistem pertahanan kita sebaiknya tidak perlu digembar-gemborkan sebab sifatnya harus rahasia apalagi hingga diketahui tetangga sebelah… hehehehe
    +) Begitu juga dengan Satelit NEBENG… untuk alat spionase…. sudahkah kita lupa baru saja kita disadap oleh negara tetangga dan kita kebakaran jenggot… apalagi satelit nebeng untuk spionase yg punya satelitnya bisa ikut nebeng spionase barang yg kita beli sendiri dengan harga mahal…. berfikirlah cerdas dimana yg harus merakyat dan dimana yg harus rahasia…bersambung…

    Disukai oleh 1 orang

  7. Untuk lebih jelasnya seputar penculikan aktivis 1998, coba dicari tulisan-tulisan “SAID SALIM”… dan saya menemukan sesuatu yg aneh ternyata Beni Moerdani pernah menjadi calon istri megawati bahkan Soekarno pernah melamar Beni Moerdani untuk dijadikan menantunya meskipun pada akhirnya Beni memilih Hartini…
    Dan saya mendapatkan kejelasan mengapa Soekmawati bersebrangan dengan Megawati, dan mengapa Megawati pernah berkata “Salah sendiri kenapa harus ikut saya” kepada simpatisan partainya dan kata2 itu sangat menyakitkan…

    Suka

  8. Temperamental? kata ini selalu melekat pada jiwa-jiwa pergerakkan nasionalis, bukankah Soekarno juga temperamental, sebab orang tua saya pernah menjadi ajudannya Soekarno di Istana Bogor tentunya banyak tahu sifat2 asli Soekarno, bukankah Megawati pun temperamental dan bahkan cenderung arogan?

    Suka

  9. Saya juga aktifis 98 kok dan saya tahu betul bagaimana pergerakkan intelektual pada waktu itu banyak disusupi pergerakkan makar, sandiwara makar bersatu dalam pergerakkan menggulingkan orde baru. Saya juga bisa membedakan mana orasi kampanye hitam dan mana orasi intelektual yang pada waktu itu bersatu padu dilapangan. Apakah memang penculikan terhadap sejumlah mahasiswa karena adanya indikasi makar? seperti halnya peristiwa Malari? Kelak Reformasi pun akan digulingkan dengan aksi yang baru dan kita yg masih hidup dijaman reformasi seluruhnya akan dipersalahkan oleh jaman yg baru. (Dosa berjama’ah tanpa pembelaan). Semua kandidat capres dari orde baru, dan keduanya sama ingin mengembalikan citra Soekarno, bukankah Soekarno adalah orde lama yang dinilai buruk orde baru? Semua berpihak kepada sandiwara yang dimainkan oleh orang-orang yg itu-itu saja sebab sejarahnya selalu sama dan berulang.

    Suka

    1. Yap. Itu betul. Benar & salah dlm sejarah seringkali ditentukan oleh rejim yg menulis sejarah tersebut.
      Seperti yg teriak2 memberi gelar pahlawan pd Soeharto sebuah kemunduran pd nilai reformasi.
      Dgn logika yg sama, Soekarno lbh tdk layak lagi disebut pahlawan jika barometernya adl dosa2nya. Soeharto dgn segala kecerdikannya memberangus hak2 sipil, tp masih mau menjalankan prinsip demokrasi min pemilu & lembaga perwakilan rakyat. Kalau Soekarno? Samalah kita tau.
      Begitu jg kl ukurannya HAM. Soekarno kurang kejam bgmn lg menghajar para pengkritiknya?
      Begitulah, nilai sejarah itu tergantung rejim yg menulisnya. Maka semarah apapun kita pd Soeharto dulu, tdk boleh menutup mata pondasi negara tlh ia bangun dgn sangat kuat, lengkap, & konstitusional

      Disukai oleh 1 orang

  10. Saya dulu begitu simpati pada Joko. Tapi setelah beliau melanggar AMANAH dan SUMPAH-nya sendiri, saya sungguh kecewa! Sebagai awam sy begitu terpesona dgn aksi tangkas blusukannya, tapi setelah sy bandingkan dgn blusukan (di malam hari) ala Umar bin Khattab, pun Pak Harto (dgn menyamar) sungguh sangat berbanding terbalik. Dan ketika berbagai berita sy adopsi (dr capres manapun) lantas menelaah komentar simpatisan masing2 capres, sungguh sangat mengecewakan bagaimana kasar dan tak beretikanya para jokowers berkomentar. Mungkin ada beberapa jg simpatisan prabowo berkomentar galak, tp itu dg kata yg pas dan tidak jorok. Semoga sesama SAUDARA kita bisa saling mengingatkan.

    Disukai oleh 1 orang

    1. Ga ada yg update Gan? Ane ga perlu ngeklik ente dah tau itu berita dah lama.
      Nanti kl dah dapet yg lbh update, link lg dimari ya tong. Kl ga ada, ga ush repot2. Bilang aja ma kawan2: Pilih PRABOWO. TITIK!
      Cucok???

      Suka

  11. Persepsi saya kepada penculikan aktivis dan siapa dalang disana (Jika saya selaku Danjen Kopassus)…
    Seorang Prabowo tidak serta merta menculik para aktivis 98 kalau tidak ada yg suruh? (pemahaman umum) dan keluarlah pernyataan DKP bahwa tidak ada yg suruh meskipun kata Prabowo yang suruh adalah Soeharto (Presiden / Panglima Tertinggi saat itu).
    +) Analisa saya yang pertama… bagaimana seorang Komandan Jendral Kopassus bisa mendapat sejumlah daftar nama penculikan? sumber nama2 tersebut dari mana kok bisa akurat yg diculiknya? kalau bukan dari Badan Intelejen…

    Suka

  12. menurut saya siapun dalang dari pristiwa 98 kelak mereka akan mndapat balasanya ….ingat hukum karma masih berlaku di negara kita ini…..dan siapun presidennya yang pnting beliau.beliau bukan presiden BONEKA alias KACUNG ….

    Suka

  13. Emang gak terlibat dalam pembunuhan 4 mahasiswa. Setau gue terlibat nya itu penculikan aktivis deh…
    Coba diklik link video dibawah:

    Kalo pembunuhan mahasiswa kan emang udah ketauan kalo yg nembak itu satuan gegana cuma pemberi komando nya belum ketauan.

    Suka

  14. brisik banget.
    milih tinggal milih aja repot, toh kalian mau komentar apa juga salah satu dari mereka bakal jadi presiden.
    saling membuka aib capres skarang sama aja membuka aib calon presiden kita nanti.
    kalo kata cak lontong, MIKIR !

    Suka

  15. Mencoba melawan lupa dengan membuat sampah di thread ini (maaf ya)…
    Peristiwa 98′ adalah murni gerakkan mahasiswa melalui komando BEM di seluruh Indonesia, yg saya sempat menjadi geram (secara pribadi) adalah setelah munculnya beberapa pergerakkan extra ordinary yaitu FORKOT dan PRD, sebab Soeharto mengundurkan diri itu bukanlah perjuangan Mahasiswa Jakarta semata namun lebih kepada seluruh Mahasiswa di Indonesia dan belakangan merapat seluruh elemen masyarakat hingga pada akhirnya Harmoko memberikan sinyal agar Soeharto mengundurkan diri.
    So… saya tidak melihat Aldian Napitupulu sebagai tokoh sentral perjuangan intelektual namun hanyalah sebagai pedagang Victim 98′ dan entah apa yang dia inginkan selain gembar-gembor merasa paling sakit hati di Indonesia (sungguh ironis untuk seorang laki-laki, nyalinya dipertanyakan).
    Atau saya melihat kubu dewan jendral yang seharusnya ikut bertanggung jawab bukan bermain kartu black jack hanya untuk menjatuhkan perwira tinggi lainnya…
    Semua partai politik tumbuh disaat Soeharto pensiun dan sama-sama berdagang Partai Wong Cilik karena mereka adalah Wong Gede nya hehehehe.

    Suka

    1. Keknya ngalamin yg sama nih, dulu belum ada BEM, kami masih senat. Ditempat kami ada sebagian yang beraliansi ke Forkot, cuma secara instirusi senat tidak bahkan melihat Forkot dan PRD jaman dulu sebagai haluan kiri (ekstreem).
      Beberapa yang katanya bekas anggota forkot sperti ce anak upn dan beberapa mantan bahkan ketua prd sekarang dah duduk manis di PMP, gak idealis lagi, bahkan PRD dulu dikenal sangat militan dan ekstrem, kalo gak salah palu arit ya logonya?
      Mereka yang duduk manis saat 98 sekarang bertambah manis mengaku bak pahlawan kesiangan hahahaha.
      Silahkan saja, pada masanya nanti akan ditagih seperti orla dan orba.
      Ujung2nya selalu ada korban dalam setiap peralihan, terserah kita mau mengambil jalur yang mana, kalo ane sih jelas gak mungkin melupakan sejarah mulai 96-98. Gak ada angka 2 dalam biner.

      Disukai oleh 1 orang

      1. Dulu PRD lambangnya Roda Gigi dan Bintang dengan latar Merah, belakangan dalam setiap ada demonstrasi dari elemen apapun lambang itu selalu muncul menjelma dan bersinergi dengan elemen yg sedang berdemonstrasi. Dulu paska perjuangan mahasiswa menduduki kantor DPR Senayan sebulan sebelumnya sudah banyak beredar tulisan-tulisan dengan background merah didunia maya yang membeberkan semua keburukkan Soeharto. Namun dulu saya sempat berfikir dan mencoba menilai gaya bahasanya kok sangat berbau politis dan saya meyakini ini bukan disebarkan dari mahasiswa namun dari sekelompok orang di partai tertentu yang memang punya skenario. Gaung reformasi dimana-mana diwarnai juga aksi penjarahan dan beberapa nama yg menjadi samar tapi terdengar sangat jelas seperti Sofyan Wanandi, Megawati, Soerjadi, Boediman Soedjatmiko, dan belakangan mulailah muncul Amien Rais setelah suhu kian memanas.
        Memang dalam setiap perjuangan dan peralihan hanya berlaku hukum binary kalo tidak 1 adalah menang yang lainnya adalah 0 alias kalah… hehehehe urusan nomer dua sich jalankan amanah rakyat… pisssss ang goreng ah…. hehehehe

        Suka

      2. Mosok no 2 jalankan amanah rakyat mas?
        O… Maksudnya rakyat Jakarta ya?
        Kl no. 1 jalankan amanah rakyat Indonesia kan? Seeepppp…..

        Suka

Silahkan berkomentar cerdas...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s