Arsip Kategori: Internasional

Matinya Para Penghina Nabi Saw

Sejak malam tadi, media-media internasional dan nasional diramaikan dengan pemberitaan akan adanya aksi teror dan pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal terhadap para karyawan Majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis pada Rabu (7/01). Belakangan diketahui bahwa aksi tersebut…
http://masawep.in/2015/01/08/matinya-para-penghina-nabi-saw/

Iklan

Hasil Kunjungan Albaradei Terbukti, Israel Lancarkan Serangan Udara di Sinai *

Drone Israel yang melakukan serangan udara ke Wilayah Sinai Mesir. (foto: twsela.com)
Drone Israel yang melakukan serangan udara ke Wilayah Sinai Mesir. (foto: twsela.com)

– Polemik sekitar kunjungan Mohamed Albaradei Wakil Presiden Transisi Mesir untuk Urusan Luar Negeri ke Israel tanggal 15/07/2013 lalu, akhirnya terbukti juga. Tanggal 09/08/2013 sebagaimana yang dilaporkan oleh CNN  Arabia dan media online setempat Leil Wan Nahar (09/08). Telah terjadi serangan di Sinai menggunakan pesawat tanpa awak (drone)oleh Israel, dan telah menewaskan lima orang dari kubu sipil di Sinai.

Laporan tersebut menjelaskan, bahwa serangan yang dilancarkan adalah hasil kordinasi antara militer Mesir dengan Israel, dalam rangka membersihkan kelompok Jihadis yang ada di sinai. Di lain pihak, juru bicara resmi militer Mesir Kol. Ahmed Mohamed Ali mengatakan, militer Mesir membenarkan adanya ledakan di dua titik di Sinai Utara, namun saat ini militer sedang melakukan penyisiran untuk mengetahui sumber ledakan. Demikian sebagaimana yang dirilis oleh media Leil wan Nahar Mesir (09/08). Lanjutkan membaca Hasil Kunjungan Albaradei Terbukti, Israel Lancarkan Serangan Udara di Sinai *

Akibat Perang, Ratusan Ribu Tentara AS Menderita Cacat Otak

Perang selama 11 tahun yang dilakukan Amerika Serikat telah mengakibatkan 253.330 tentara cacat otak dan 1.700 orang diamputasi.

Perang tersebut juga harus dibayar dengan sekitar 130 tentara mengalami stres pascaperang (pos-traumatic stress disorder/PTSD). Dalam peperangan itu, lebih dari 50 ribu tentara AS terluka. Sementara, jumlah tentara tewas mencapai 6.656 orang. Data tersebut berasal dari laporan Lembaga Penelitian Kongres yang dituliskan PressTV, Senin (11/2). Lanjutkan membaca Akibat Perang, Ratusan Ribu Tentara AS Menderita Cacat Otak

Sebuah Jalan Roma Kebanjiran Koin 2,5 Juta Euro

Itu barangkali benar-benar uang logam dari surga, tapi itu barangkali kejadian terbaik berikutnya! Satu truk yang membawa uang logam senilai 2,5 juta euro terbalik di satu jalan raya di Italia selatan. Lalu banyak pengemudi pun tak mau berpangku tangan; mereka mengambili koin itu seperti sedang memetik jamur saja, demikian laporan Reuters Life!, Selasa.

Dalam kejadian tersebut, pintu belakang truk pembawa uang logam itu terbuka dan yang terjadi berikutnya persis seperti yang terjadi pada mesin jackpot saat seseorang menang, cuma yang ini mesin jackpot raksasa, katanya.

Sebelum polisi tiba, menurut laporan itu, banyak pengemudi menghentikan mobil mereka dan memunguti uang logam sebanyak 10.000 euro di antara koin yang sedang diangkut dari tempat pembuatan uang di Italia ke beberapa bank setempat.

Berita tersebut dan gambarnya mengisi halaman depan banyak surat kabar Italia, Selasa, selain artikel suram tentang anggaran kesederhanaan yang akan datang dan akan memaksa banyak orang membuat pengorbanan. Satu orang menyebut kejadian itu sebagai “Keajaiban koin”.

Warga Israel Demo Menentang Kekejian Pasukannya

Uri Avnery
Uri Avnery

Benjamin Netanyahu disebut berbohong ketika berkata blokade Gaza dilakukan untuk mencegah masuknya senjata ke Gaza. Hal itu diucapkan seorang aktivis perdamaian, jurnalis serta mantan anggota Knesset atau parlemen Israel, Ury Avnery kepada reporter Haaretz.

Ury merupakan salah seorang aktivis politis paling menonjol diidentifikasi dengan kamp perdamaian Israel. Pria berusia 86 tahun itu tidak melewatkan aksi demonstrasi haluan kiri di Tel Aviv pada Sabtu malam (5/6), yang memrotes pemerintah Israel dalam menangani insiden armada kapal bantuan Gaza pekan lalu.

“Benjamin Netanyahu mengatakan, pengepungan terhadap Gaza dilakukan untuk mencegah masuknya senjata. Itu adalah bohong. Dia mencoba mencegah masuknya mie, buah, mainan anak-anak serta kertas untuk buku,” tegasnya.

Dia menambahkan, kerusakan yang disebabkan Israel pekan ini lebih besar dibandingkan yang disebabkan Operastion Cast Lead di Gaza tahun 2008-2009.

“Saya menerima pesan dari Yahudi liberal dari luar negeri dan mereka melihatnya sebagai bencana. Kita maju dengan mata buta dari orang-orang Sodom, terus maju dengan mata buta, meningkatkan kebencian terhadap Israel,” tuturnya.

Mungkin sekarang, setelah insiden itu, orang-orang yang berseberangan dengan kami memahami adanya masalah serius. “Saya melihat demonstrasi hari ini, sangat mengejutkan. Kita berada didalam situasi yang memungkinkan sistem politik terpecah sangat luas,” tuturnya.

Ketika ditanya oleh wartawan Haaretz, mengenai video yang dipublikasi oleh departemen pertahanan Israel atau Israel Defence Force (IDF)  dan media di Turki yang jelas memperlihatkan pasukan komnado Israel tengah diserang, dilemparkan dari kapal dan berdarah, Ury menyatakan hal itu hanya yang terlihat selama dua menit.

“Yang tidak Anda lihat adalah kejadian sesudah dan setelah. Jadi sangat mungkin kesannya orang Turki yang menyerang kapal Yahudi. Bayangkan jika orang-orang Yahudi dalam kesulitan, diserang di laut lepas dengan korban meninggal dan terluka, bayangkan saja keributan yang muncul. Tak hanya Turki yang melihat ini sebagai serangan Israel, tapi orang di seluruh dunia,” ujarnya.

Ketika ditanya lagi mengenai isi dari kapal bantuan tersebut memang benar, Ury menjawab tidak meragukan hal tersebut.

“Niat dari pemerintah Israel adalah menciptakan krisis yang sangat buruk sehingga warga Gaza akan menggulingkan Hamas. Namun, empat tahun berlalu dan Hamas lebih kuat dari sebelumnya,” tutur Ury.

“Jadi sebenarnya pengepungan Gaza untuk siapa? Bermanfaat bagi siapa? Jika saja pemerintah Israel tidak mengirimkan tentara yang malang itu ke kapal, seperti yang disarankan Sekretaris Kabinet, Zvi Hauser, hal ini bisa dicegah. Mereka dapat menghentikan kapal, memeriksa dan melepasnya. Tampaknya kita harus melindungi IDF dari Menteri Pertahanan, Ehud Barak dan Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu,” paparnya.

Jadi, apakah Netanyahu berbohong ketika menyebut armada tersebut sebagai armada kebencian? Ury menjawab, tak hanya Netanyahu tapi para menteri juga, termasuk beberapa orang berseragam seperti pemimpin staf dan pemegang komando para tentara.

Jika hal itu terjadi di negara yang dijalankan dengan benar, lanjut Ury, mungkin para pemimpin itu sudah mengundurkan diri malam itu juga. Operasi itu sendiri mencerminkan kurangnya kapasitas militer untuk operasi berunsur mengejutkan dan mengatasi bencana.

Turki Akan Tetap Perkarakan Teror Israel

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, Ahad berikrar untuk memaksa Israel bertanggungjawab atas tindakan “teror negara” di Timur Tengah pada saat ribuan pemrotes menentang serangan mematikan terhadap kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza.

Operasi militer Israel, yang menewaskan sembilan warga Turki itu, menyeret hubungan kedua negara yang suatu ketika bersekutu kuat ke dalam krisis yang dalam, dengan kecaman keras Erdogan terhadap negara Yahudi itu.

Gaza “adalah peristiwa bersejarah bagi kami,” kata Erdogan dalam pidato di hadapan massa di kota baratlaut, Bursa, yang beberapa bagiannya disiarkan oleh saluran berita CNN Turki.

“Sasaran kami adalah mereka yang memaksa warga Gaza hidup dalam penjara di udara terbuka … Kami akan tetap bertahan sampai blokade terhadap Gaza dicabut, pembantaian reda dan teror negara di Timur Tengah harus dipertanggungjawabkan,” katanya menambahkan.

Israel telah menutup Gaza dari semua jurusan, kecuali bantuan kemanusiaan penting, itupun jarang untuk menekan penguasa wilayah itu – gerakan Palestina Hamas – dengan dalih untuk menghentikan serangan-serangan roket ke daerah selatan negara Yahudi itu.

Turki memanggil duta besarnya untuk Tel Aviv dan membatalkan latihan militer gabungannya setelah serangan pekan lalu, seraya menuntut permintaan maaf secara resmi dari Israel.

Israel akan absen dari kesertaannya pada latihan kekuatan udara internasional yang menurut militer Turki Ahad, akan digelar di Turki tengah, 7-18 Juni yang diikuti pesawat-pesawat dari Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Italia, Spanyol dan NATO.

Ankara juga menyerukan dilakukan penyelidikan independen internasional terhadap serangan itu, yang menurut Erdogan, rencana tersebut dibahas dengan Sekjen Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon dalam percakapan melalui telpon Sabtu.

Presiden Prancis Nicolas Sarkozy Ahad juga menandaskan perlunya suatu penyelidikan netral dan layak dipercaya atas serangan Israel terhadap misi bantuan kemanusiaan itu.

Dia mengatakan melalui telpon dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan memintanya menerima investigasi seperti itu, di mana Prancis bersedia ikut ambil bagian.

Namun duta besar Israel untuk Washington, Michael Oren, mengatakan kepada program “Fox News Sunday” bahwa negaranya “bisa dan berhak untuk melakukan investigasi sendiri”, tanpa partisipasi penyelidikan internasional lain.

Di Ankara, sekitar 6.000 sampai 7.000 orang berkumpul di bawah guyuran hujan, meneriakkan “Israel Terkutuk! Israel Pembunuh, minggat dari Timur Tengah!”, kata seorang fotografer AFP.

Beberapa pemrotes membakar gambar Netanyahu sedangkan pada poster yang lain dia digambarkan sebagai perompak dengan pengait di tangan, disertai tulisan “Armada Kemanusiaan Lawan Perompak.”

Di Istanbul, sekitar 1.000 orang menyeru pemerintah mengusir para diplomat israel.

Di Marokko polisi mengatakan 35.000 orang, termasuk menteri-menteri pemerintah, mengadakan aksi protes di ibu kota rabat di mana mereka menginjak-injak bendera Israel.

Di Lebanon, ratusan anggota sayap kiri membakar bendera Israel pada demonstrasi dekat kedutaan AS, sedangkan sekitar 3.500 orang, banyak yang mengenakan ikat kepala Palestina, berunjukrasa di kota Prancis utara, Lille.

Andai Mereka Mau, Relawan Freedom Flotilla Bisa Saja Membunuh Pasukan Komando Israel

Ken O'Keffee

Seorang relawan asal Amerika Serikat keturunan Irlandia mengatakan dia berada diantara ratusan relawan yang berada di kapal bantuan Freedom Flottila yang berusaha menembus blokade Gaza. Ken O’Keefe dipukuli secara brutal oleh pasukan komando Israel.

Pada hari Sabtu (5/6), Ken mengatakan, dia diserang secara brutal oleh tentara Israel di bandara sebelum diberangkatkan ke Turki.

Kini Ken harus dirawat akibat kekerasan fisik minimal tiga kali lipat lebih berat dibandingkan ketika ia turun dari kapal. Dia juga harus dirawat inap di rumah sakit setelah mengalami luka akibat pukulan tersebut.

Armada kapal bantuan, Gaza Freedom Flotilla diserang oleh pasukan Israel pada hari Senin (31/5), yang berusaha memberikan suplai bantuan lebih dari 10 ribu ton pada warga Gaza dibalik blokade.

Kemudian, serangan pasukan Israel itu mengakibatkan tewasnya sembilan relawan dan lebih dari 40 relawan terluka.

Pernyataan Ken O’Keefe dari Istanbul, sebagai berikut :

“…Ketika saya ditanya, pada insiden penyerangan tentara Israel di kapal Mavri Marmara, apakah saya akan menggunakan kamera atau mempertahankan kapal?

Saya secara antusias berkomitmen untuk mempertahankan kapal. Meskipun saya termasuk orang yang tidak suka kekerasan, kenyataannya saya percaya cara tanpa kekerasan harus jadi pilihan pertama.

Meski demikian, saya bergabung dengan usaha pertahanan Mavri Marmarra karena memahami kekerasan bisa saja dilakukan terhadap kami dan kemungkinan kami juga terpaksa untuk menggunakan kekerasan dalam bela diri.

Saya mengatakan hal itu langsung kepara agen Israel, mungkin yang bernama Mossad atau Shin Bet dan saya katakan lagi sekarang, pada serangan yang dilakukan pagi hari itu, saya secara langsung terlibat dengan usaha pelucutan senjata dari dua pasukan komando Israel.

Hal itu merupkan usaha pelucutan senjata pemaksaan, tanpa negosiasi dari pasukan komando yang sudah membunuh dua orang saudara relawan yang saya lihat hari itu. Satu relawan dengan ditembak dengan peluru bersarang di dainya yang tampak jelas sebagai eksekusi.

Saya tahu pasukan komando berusaha membunuh ketika saya berhasil merebut pistol ukuran 9mm dari salah satu anggotanya. Saya memegang senjata itu ditangan saya dan sebagai mantan angkatan laut AS dengan pelatihan senjata yang cukup, saya sangat mampu menggunakan senjata tersebut ke arah pasukan komando yang mungkin telah membunuh salah satu relawan.

Namun, bukan itu yang saya lakukan atau relawan lain yang berusaha mempertahankan kapal.

Saya mengambil senjata itu, mengeluarkan peluru yang merupakan peluru tajam asli, kemudian memisahkannya dari senjata dan menyembunyikan senjata itu.

Saya melakukan hal itu dengan harapan kami dapat mengatasi serangan tersebut dan mengajukan senjata itu sebagai bukti dari percobaan kriminal terhadap pihak berwenang di Israel untuk pembunuhan massal.

Saya juga membantu secara fisik memisahkan satu anggota komando dari serangan senapan, ketika relawan lain dilemparkan ke laut. Saya dan ratusan relawan lain mengetahui kenyataan yang memicu ejekan dari keberanian dan moral anggota militer Israel. Kami menguasai penuh, tiga orang pasukan komando tanpa senjata dan tak berdaya. Mereka hidup karena belas kasihan kami, mereka sangat jauh dari jangkauan anggota komando lain yang berniat membunuh. Mereka didalam kapal dan dikelilingi oleh sekitar 100 relawan atau lebih.

Saya melihat ke arah mata tiga pria tersebut dan saya yakin mereka memiliki rasa takut terhadap Tuhan didalam diri mereka. Mereka juga memandang ke arah kami dan berharap kami memahami jika sedang berada di posisi mereka, saya tidak ragu, mereka tidak percaya akan ada jalan mereka bisa selamat hari itu. Mereka tampak seperti anak kecil yang ketakutan di hadapan ayah yang kejam.

Namun, mereka tidak menghadapi musuh yang tak berperasaan hari itu. Bahkan, relawan wanita menyediakan pertolongan pertama dan kemudian mereka dibebaskan dengan memar tapi hidup. Mereka dapat hidup di hari esok. Dapat merasakan matahari di atas kepala dan memeluk orang tercinta. Tak seperti para relawan yang dibunuh. Meskipun kami berduka atas kehilangan saudara-saudara yang meninggal, merasa marah terhadap para tentara itu, namun kami melepas mereka…”

Militer Israel Akui Kebohongan Alasan Penyerangan Mavi Marmara

Barangkali benar pomeo yang menyebut kebohongan pada akhirnya akan membuka kedoknya sendiri. Dan akhirnya, Israel mengakui bahwa rekaman penyerangan terhadap kapal Mavi Marmara yang kemudian disiarkan di berbagai media di Barat telah melalui proses editing dan tidak menggambarkan kejadian seraca runtut. Mereka juga tak bisa membuktikan kapal yang mana seruan anti-Semit dan anti-Amerika — yang dibantah oleh aktivis pro-Palestina yang mencoba menerjang blokade Gaza — dan tidak dapat mengidentifikasi asal dari siaran itu.

Militer Israel merilis sebuah rekaman 26 detik pada Jumat malam di mana panggilan peringatan untuk kapal dalam armada itu disahut dengan jawaban, “Diam, kembali ke Auschwitz.” Sebelumnya, ada laporan lain suara yang konvoi yang memiliki izin dari pejabat Palestina untuk berlabuh di dermaga di Gaza itu, suara ketiga menjawab, “Kami akan membantu orang-orang Arab melawan  AS. Jangan lupa tragedi 9/11, kawan.”

Rekaman itu sebelumnya telah menuai protes aktivis pro-Palestina. Mereka mengajak untuk membuktikan kesahihan rekaman secara teknologi.

Akhirnya, Ahad malam, Pasukan Pertahanan Israel melaporkan kelompok itu telah salah mengidentifikasi satu dari enam kapal sebagai sumber siaran. “Jadi, untuk memperjelas: audio itu diedit bawah untuk memotong periode keheningan melalui radio serta agar komentar dimengerti sehingga memudahkan orang untuk mendengarkan,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs resmi mereka. Mereka berkilah, “Karena sebuah saluran terbuka, maka dari kapal Freedom Flotilla yang mana tak bisa diidentifikasi pasti.”

Komando Israel mencegat konvoi bantuan kemanusiaan Gaza di perairan internasional pada tanggal 31 Mei dan menyerbu kapal terbesar, Mavi Marmara. Kejadian ini menewaskan sedikitnya sembilan orang di atas kapal. Kapal-kapal itu membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza, wilayah Palestina yang telah diblokade oleh Israel sejak diambil alih oleh gerakan Islam Hamas pada tahun 2007. Serangan mematikan itu memicu kecaman internasional.

Jur bicara organisasi nirlaba Free Gaza mengatakan Israel melalui rekaman itu, “Berusaha untuk menggambarkan bahwa penumpang armada sebagai anti-Semit.” Kelompok itu membantah kapal tersebut adalah sumber siaran dan mengatakan baik tuduhan Israel maupun penjelasan setelahnya sebagai “tidak lebih masuk akal dengan penjelasan itu.”

Menurut mereka, semua transmisi radio di laut didengar oleh semua nahkoda kapal apapun yang ada di sekitarnya. “Sekali lagi, Israel terperangkap dalam dusta dan mencoba untuk membela diri atas pembunuhan dan penganiayaan yang dilakukan pagi hari tanggal 31 Mei 2010.”

Pada rekaman penuh, kapal perang Israel memperingatkan untuk tidak mendekati zona blokade dan memperingatkan bahwa “semua tindakan yang diperlukan” akan diambil untuk mencegah mereka mencapai Gaza. Setelah tiga peringatan, Gratis Gaza aktivis Huwaida Arraf menjawab bahwa blokade itu merupakan pelanggaran hukum internasional dan bahwa konvoi itu hanya membawa bantuan kemanusiaan.

“Kami tidak membawa apa-apa yang merupakan ancaman bagi angkatan bersenjata Anda,” katanya di rekaman. Itu saja.  Jadi, seruan anti-Semit dan sebagainya, hanya “tambahan” Israel untuk mendiskridit mereka.

Sumber: RepublikaOnline

Transkrip Percakapan Telepon Menlu Turki dengan Menhan Israel

Publik Turki dihebohkan oleh percakapan via pesawat telpon antara Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu dengan Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak terkait kasus penyerangan Israel atas kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara.

Surat kabar Turki Habertürk edisi Sabtu (5/6) memuat transkrip percakapan tersebut. Berikut petikannya:

Barak: telah terjadi penyerangan kepada tentara kami dari pihak aktivis Mavi Marmara. Tentara kami terluka oleh pisau. Para aktivis merebut senjata dari tentara kami.

Davutoglu: kami menunggu permintaan maaf dari pihak anda. Kalian telah melakukan kejahatan internasional. Kalian harus segera mengirimkan korban luka dan tewas ke Turki.

Barak: apakah kalian menghendaki korban luka?

Davutoglu: kami yang akan membawa dan mengambil mereka. Pihak yang membunuh dan melukai orang-orang sipil tidak mungkin mampu mengobatinya. Jika warga sipil dipandang sebagai musuh, maka bagaimana dengan korban yang mati?

Barak: kami bergerak atas dasar blokade yang harus diberlakukan kepada Gaza sebagai pihak musuh.

Davutoglu: apakah korban yang mati it adalah musuh?

Barak: terdapat banyak roket. Rakyat kami telah menerima ancaman roket-roket itu sebelumnya. Kami berbeda dengan Hamas. Kami sendiri tak memiliki masalah dengan Gaza.

Davutoglu: apakah korban yang meninggal (di Mavi Marmara) itu menembakkan roket kepada kalian? Bagaimana bisa kalian membunuh rakyat sipil itu? Turki bukan seperti negara mana pun. Turki memiliki kekuatan besar yang bisa menjaga warganya.

Barak: kami sangat menghormati Turki sampai batas tertinggi, juga menghormati peran yang telah dimainkan Turki selama ini.

Davutoglu: penghormatan macam apa yang anda maksud? kalian telah membunuh rakyat kami di zona perairan internasional. Tidak boleh ada satu pihak mana pun yang melecehkan kehormatan bangsa kami. Kalian telah tersesat selama lima tahun demi seorang tentara Israel (Shalit, red). Penduduk negeri kami juga bagi kami selaku pemerintah sangat penting. Kalian harus memperlakukan mereka juga dengan penuh rasa hormat.

Brigade Izzudin Al Qassam, Sejarah dan Profilnya

“Brigade Izzudin Al Qassam” adalah cabang bersenjata Gerakan Perlawanan Islam (Hamas). Bahasa, dalam bahasa Arab “Iz” berarti dukungan, kepatuhan, atau kebanggaan, dan “Din” berarti agama. Al-Qassam dapat diterjemahkan ke sebagai pembagi. Secara historis, Izzudin Al Qassam adalah nama pelopor seorang mujahid yang mati syahid pada tahun 1935 di dekat Jenin. Al-Qassam dilahirkan di Suriah dan diusir ke Palestina untuk melawan pendudukan Perancis di Suriah dan Lebanon. Di Palestina, ia melanjutkan perjuangannya melawan pendudukan Inggris yang telah berjanji untuk membuat negara untuk orang Yahudi sebuah tanah air dengan mengorbankan penduduk.

Latar Belakang:

Pada tahun 1984 Syekh Ahmad Yassin, Dr Ibrahim Al-Maqadema, Sheikh Salah Shehada dan ikhwah lain mulai mempersiapkan pembentukan organisasi bersenjata untuk melawan pendudukan. Berkonsentrasi pada usaha mereka mendapatkan senjata untuk aktivitas perlawanan di masa depan. Namun, anggota kelompok itu ditangkap dan senjata disita. Pada saat itu, kelompok ini tidak beroperasi atas nama Hamas atau Al-Qassam Brigade.

Pada tahun 1986 Sheikh Salah Shehada membentuk jaringan sel-sel perlawanan yang disebut “Al Mujahidin Al Filistin” (para pejuang Palestina). Jaringan ditargetkan pendudukan tentara Zionis dan pengkhianat. Jaringan ini terus bekerja sampai 1989; dan operasi mereka yang paling terkenal adalah penculikan dua tentara pendudukan: Ilan Sadoon dan Avi Sasbortas. Selain itu, Hamas (resmi didirikan pada tanggal 14 Desember 1987) dibentuk jaringan serupa lainnya, seperti “Brigade Abdullah Azzam” dan “Majd,” menjadi yang terakhir cabang keamanan terhadap pengkhianat.

Pada pertengahan 1991, Brigade Izzudin Al Qassam dikenal sebagai cabang bersenjata Hamas.

Misi:

Brigade Izzudin Al Qassam didirikan di tengah-tengah Intifadah Palestina (1987-1994) melawan pendudukan Zionis. Didirikan pada puncak pendudukan dan penindasan terhadap perlawanan bersenjata populer, EQB menganggap usahanya sebagai bagian dari gerakan perlawanan terhadap pendudukan Zionis di tanah Palestina, yang telah berlangsung sejak pendudukan Inggris. Dalam terang pemahaman ini, EQB bertujuan: “Untuk memberikan kontribusi dalam upaya membebaskan Palestina dan mengembalikan hak-hak rakyat Palestina di bawah ajaran Islam suci Al-Qur’an, Sunnah Nabi Muhammad SAW dan perihidup para penguasa Muslim dan ulama terkenal karena kesalehan dan dedikasi.”

Untuk itu terjadi, Brigade Izzudin Al Qassam bekerja untuk:

· Menimbulkan semangat Jihad (perlawanan) di antara orang Palestina, Arab dan Muslim;

· Mempertahankan Palestina dan tanah mereka melawan pendudukan Zionis dan agresinya;

· Memerdekakan Palestina dan tanah dirampas oleh pasukan pendudukan dan pemukim Zionis.

Anggota dan organisasi:

Jumlah Brigade Izzudin Al Qassam anggota hanya diketahui pimpinan Brigade, yang mengadopsi prinsip kerahasiaan dalam organisasi dan rekrutmen.

Organisasi Brigade Izzudin Al Qassam adalah jaringan sel-sel khusus operasi di seluruh Jalur Gaza dan Tepi Barat. Sel-sel bekerja secara independen satu sama lain di bawah petunjuk dari kepemimpinan Brigade. Merekrut diwajibkan untuk memenuhi persyaratan kesalehan moral, integritas, dan keteguhan serta persyaratan fisik dan pendidikan untuk tugas yang akan diberikan kepada mereka.

Sejak Brigade Izzudin Al Qassam bergerak dalam jangka panjang, pertempuran tanpa henti melawan pendudukan tentara dan cabang keamanan, menghadapi berbagai tindakan tegas dan berkesinambungan dengan keamanan pekerjaan dan mesin militer. Ratusan anggota Brigade Izzudin Al Qassam telah terbunuh atau dipenjara. Selain itu, Otorita Palestina retak di atas Brigade from 1995-2000 dan menangkap ratusan anggota dan komandan.

Lebih dari delapan ratus anggota telah mati syahid sejak meletusnya Intifadah Al-Aqsa pada September 2000.

Hambatan & Prestasi:

Palestina menghadapi banyak kesulitan dan hambatan dalam perjuangan mereka menuju kebebasan.pendudukan Keamanan dan mesin militer adalah contoh utama terorisme yang disponsori negara terhadap rakyat Palestina. Untuk mencapai kebijakan ilegal mereka, pasukan pendudukan menggunakan konsep hukuman kilektif,  penyiksaan, blokade, pembunuhan, dan penggunaan kekuatan yang tidak terkendali.Selain itu, mereka menggunakan tekanan, intimidasi dan intimidasi sebagai taktik untuk merekrut dan membujuk para pengkhianat dari kalangan rakyat Palestina, sebagai mata-mata bagi mereka terhadap pejuang. Kendala lain adalah kebutuhan yang dibutuhkan untuk melakukan perlawanan dan melawan pendudukan serta membela rakyat dan negara.

Brigade Izzudin Al Qassam telah bekerja sangat keras selama beberapa tahun terakhir untuk counter teroris kebijakan pendudukan. Dan di banyak kasus, Brigade Izzudin Al Qassam mencatat kemenangan mengejutkan terhadap sasaran-sasaran militer yang sangat tertutup dan terlindungi.

Dihadapkan dengan mesin militer dan keamanan negara adikuasa regional, Brigade Izzudin Al Qassam mengandalkan dukungan Allah SWT selama perjuangan. Setelah itu, kekuatan Brigade berasal dari keyakinan yang kuat dalam menuntut keadilan bagi Palestina, dan keyakinan bahwa pengorbanan akan mengalahkan arogansi agresor.

Melalui tekad, dedikasi, dan kecerdasan dalam memanfaatkan kelemahan pendudukan, komando tentara pendudukan memutuskan untuk menarik diri dari dalam Jalur Gaza, dan untuk mempertahankan pendudukan melalui kontrol perbatasan dan wilayah udara dan batas maritim.

Demikianlah, Brigade Izzudin Al Qassam yakin bahwa selesainya pembebasan Gaza akan terpenuhi, dan bahwa pembebasan tanah Palestina akan terwujud.