Arsip Kategori: Lelaki Biasa

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 190.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 8 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Kepada @AsmaNadia: Catatan Hati Seorang Suami dan Ayah

Sinetron Catatan Hati Seorang Istri RCTI

Sinetron di negeri kita terkenal dengan kisah yang mendramatisir konflik rumah tangga. Perselingkuhan, perkelahian, pengkhianatan, dendam, iri, dengki, rebutan suami, rebutan warisan. Ngeri menontonnya.

Tiba-tiba angin surga berhembus ke rumah-rumah kita, ada Sinetron Islami yang diambil dari novel Catatan Hati Seorang Istri. Sebuah novel karya Asma Nadia yang menuliskan betapa tegarnya seorang istri menghadapi konflik di rumahnya. Dan semuanya kisah nyata. Banyak pembaca, terutama saya dan istri, mengambil ibroh dari kisah-kisah itu.

Tapi apa lacur, sinetron tetaplah sinetron. Sebuah industri kapitalisme yang berorientasi pada rating & profit, mencampakkan nilai-nilai idealisme.

Ya sudahlah, inii hanya sebuah catatan hati seorang suami dan ayah.

UNTUK YANG TERHORMAT PAK PRABOWO, PRESIDEN KAMI

Prabowo Subianto di GBK
Sumber photo: muslimina.blogspot.com

 

Pak Prabowo yang terhormat, ijinkan saya menulis sedikit permintaan dari kami, rakyatmu.

 

Pak Prabowo,

Terimakasih karena sudah bersedia mengajukan diri sebagai calon pemimpin kami. Kami rakyatmu butuh pemimpin baru yang akan menggantikan presiden kami yang akan berakhir masa jabatannya.

Pemimpin yang kami inginkan bukanlah seorang yang serba bisa, jenius luar biasa. Kami ingin pemimpin yang biasa, seperti kami rakyatmu yang biasa ini. Tapi kami mau dengan kepemimpinannya mampu membawa bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang luar biasa.

Lanjutkan membaca UNTUK YANG TERHORMAT PAK PRABOWO, PRESIDEN KAMI

Cinta Ituu Sangat Sederhana

cinta itu sederhana

Kakek dan nenek itu membuka rahasia perkawinan mereka. Limapuluh tahun mereka lewati hidup berumah tangga dalam suka dan duka. Sang kakek kini berusia 75 tahun, dan nenek 70 tahun, saat merayakan ulang tahun perkawinan mereka.

Hal apa yang membuat hidup keluarga mereka selalu bahagia?

“Cinta itu hal yang sangat sederhana. Aku selalu mengingat kebaikan yang ia lakukan, sampai hal-hal kecil dan remeh sekalipun”, ujar kakek.

“Limapuluh tahun hidup bersama dalam rumah tangga, tidak mungkin kami menghindari konflik. Namun setiap terjadi konflik, aku selalu meredam kemarahan dengan mengingat berbagai kebaikan yang telah ia lakukan selama ini,” lanjutnya.

“Di mataku, ia adalah seorang istri yang memiliki sangat banyak kebaikan. Wajar kalau ada kekurangan dan kesalahan yang pernah ia lakukan, karena akupun juga punya kelemahan dan kesalahan. Maka jangan menyimpan ingatan tentang kekurangan dan kesalahannya,” demikian penuturan kakek. Lanjutkan membaca Cinta Ituu Sangat Sederhana

Pembantaian Dengan Dalih Memberantas Teroris by: @MustofaNahraa

BNPT dgn proyek deradikalisasi & Detasemen Khusus Antiteror (DENSUS) 88 dengan alasan memberantas aksi terorisme terus menerus membunuhi “terduga” teroris. Apakah bisa menekan jumlahnya atau justru semakin meningkat? 
Tulisan ini merupakan kumpulan kicauan di twitter yang disampaikan oleh sebuah akun M1L1K UM4T (@MustofaNahra) yang berkaitan dengan isu pemberantasan terorisme yang justru berubah menjadi ‘state terorism’.
 

GARA-GARA KONDOM

no condomTulisan ini adalah chirpstory dr kultwit TrioMacan2000
1. Eng ing eeng ..gara2 kondom, menkes dr. Andi Nafsiah Mboi jadi terkenal ke seluruh Indonesia. Dia bagi2 kondom gratis ke kampus2
 
2. Sebelumnya, banyak yg tdk tahu Nafsiah adalah Menkes Indonesia. Dia menggantikan Endang R Sedyaningsih yang meninggal tgl 2 Mei 2012

3. Meninggalnya Menkes Endang dan digantikan dgn Nafsiah adalah ironis dalam politik Indonesia karena membuka kebohongan SBY

DOKTER, KEMBALILAH SEBAGAI MANUSIA

Ilustrasi
Ilustrasi

Di awal, saya termasuk org yg mendukung gerakan kawan2 dokter memperjuangkan ‘persamaan hak’ di depan hukum. Mengharap agar hukum bijak dalam menghukum. Namun beberapa jam kemudian, berbagai status, twit, komen berseliweran di sosmed saya. Bukan cuman satu, tapi banyak sekali yg menulis dgn nada menyerang. Rekan2 dokter mulai menulis betapa ‘mulia’nya profesi mereka bagi kemanusiaan, dan mulai pula memaki2 profesi2 lain. Teman2 mulai merapatkan barisan, “With us, or with them”. Lanjutkan membaca DOKTER, KEMBALILAH SEBAGAI MANUSIA

Waspadai Kejahatan Gendam (Hipnotis) di Jalananan

Ilustrasi Gendam
Ilustrasi Gendam

Lebaran Idul Fitri 2013 sudah mulai usai di tandai dengan membuat ketupat yang punyai arti hati yang bersih dan banyak rezeki. Aktivitas kerja sudah mulai menunggu. Bagi yang pulang kampung tentunya harus kembali kota masing-masing. Perjalanan pulang tentunya sangat melelahkan apalagi membawa oleh-oleh dari kampung untuk rekan-rekan di kota.

Bahaya pencurian, penjambretan, penodongan dan perampokan selalu mengintai. Percaya atau tidak, bahaya yang paling rawan di perjalanan adalah gendam. Untuk aman sebenarnya sangat mudah bila kita tahu TIPS dan TRIK nya. Setiap tahunnya, selalu ada saja pemudik yang terkena pembiusan gendam atau hipnotis. Sehingga barang bawaannya yang disimpan hilang begitu saja secara cuma-cuma.

Berikut ini adalah tips dan trik untuk menghindari kejahatan gendam atau hipnotis di perjalanan dan semoga bermanfaat.

  1. Percaya dan yakin sepenuhnya bahwa kejahatan hipnotis tidak akan mempan kepada orang yang menolaknya,karena seluruh proses hipnotis adalah self hypnosis (kita mensugesti diri sendiri),dimana rasa takut kita dimanfaatkan oleh pengendam

  2. Curigalah pada orang yang baru Anda kenal yang berusaha mendekati Anda. Karena seluruh proses hipnotis merupakan teknik komunikasi yang persuasif. Lanjutkan membaca Waspadai Kejahatan Gendam (Hipnotis) di Jalananan

Saya Anti-Demokrasi

KALAU ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.
Kalau dulu Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau dulu Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam. Lanjutkan membaca Saya Anti-Demokrasi