Tidak Ingin Mengemis, Bapak Tua Rabun Ini Memilih Berjualan Jeruk

BAPAK tua renta ini selalu terlihat menggelar dagangannya di pelataran ruko  sekitar Pasar Besar Malang, Jawa Timur.

Saat seorang calon pembeli mendekatinya, sang Bapak hampir tak pernah menatap pembelinya. Bukan angkuh, tapi ia tak ingin menunjukkan matanya yang nyaris tidak berfungsi akibat katarak akut yang menyerang.

Saat seorang wanita muda menyapanya, beliau hanya merunduk menjawab sapaan. Ketika si gadis bertanya berapa harga dagangan beliau, beliaupun menjawab “Rp.20.000 mbak 2kg, Rp.25.000 3kg.”

Beliau menjawab pertanyaan sang calon pembeli sembari mencari tas kresek untuk wadah jeruknya, beliau meraba tidak melihat .

Si mbak hanya tertegun dan sekilas terlihat mata yang berkaca-kaca menahan tangis.

Katarak yang susah sembuh kata dokter merenggut indahnya dunia. Namun penyakit tersebut bukan alasan bagi sang kakek untuk pasrah menghadapi kerasnya hidup. Buktinya beliau menjajakan dagangannya dengan sabar menunggu pelanggan .

Penjual jeruk itu tidak ingin menjerebabkan dirinya dalam kehinaan dengan meminta-minta. Ia tak butuh belas kasihan untuk sekedar melanjutkan hidupnya.

Ironisnya, tak jauh dari si Bapak menggelar dagangan, tampak seorang lelaki paruh baya yang tak jelas kekurangannya menyodor-nyodorkan ember kecil meminta sedekah.

Ia tidak butuh belas kasihan kita, ia tak butuh sedekah kita. Ia hanya ingin kita membeli dagangannya, agar ia bisa melanjutkan hidup dengan hormat dan jauh dari cibiran manusia.

Saat suatu saat kita menemukan orang seperti itu, belilah dagangannya, walau kita mungkin tak terlalu membutuhkan apa yang ia tawarkan.

Air Alkali, Air Sehat atau Bisnis Sugesti?

Beberapa waktu yang lalu ada seorang teman yang menanyakan tentang air alkali yang saat ini di Indonesia sedang NGETOP, katanya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, namun air tersebut dijual dengan harga yang cukup mahal.  Alat untuk memproduksi air alkali juga banyak ditawarkan oleh …
http://masawep.in/2015/01/08/air-alkali-air-sehat-atau-bisnis-sugesti/

Matinya Para Penghina Nabi Saw

Sejak malam tadi, media-media internasional dan nasional diramaikan dengan pemberitaan akan adanya aksi teror dan pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang tak dikenal terhadap para karyawan Majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis pada Rabu (7/01). Belakangan diketahui bahwa aksi tersebut…
http://masawep.in/2015/01/08/matinya-para-penghina-nabi-saw/

Kemenhub, Buruk Rupa Cermin Dibelah

Kecelakaan pesawat terbang Air Asia QZ8501 rute Surabaya-Singapura berdampak cukup luas. Salah satu dampaknya, Kementerian Perhubungan meniadakan penerbangan murah atau low cost carrier (LCC) dengan ketentuan, maskapai boleh menjual harga tiket minimal 40 persen dari tarif batas atas saat. Aspek…
http://masawep.in/2015/01/07/kemenhub-buruk-rupa-cermin-dibelah/

Tilawah Juz 30 Muhammad Thaha Al Junaid

Assalamu’alaikum…

Berikut saya bagi suara indah nan menenangkan dari Akh Muhammad Thaha Al Junaid

AN-NABA’ (Berita) Makkiyah (40 ayat)
AN-NÂZI’ÂT (Malaikat-malaikat Yang Mencabut) Makkiyah (46 ayat)
’ABASA (Bermuka Masam) Makkiyah (42 ayat)
AT-TAKWÎR (Tergulung) Makkiyah (29 a…
http://masawep.in/2015/01/06/tilawah-juz-30-muhammad-thaha-al-junaid/

Karangan Orientalis Kristen, King Suleiman atau Abad Kejayaan Harus Dihentikan

Polemik penolakan terhadap tayangan stasiun ANTV berjudul “King Suleiman” yang kini berganti judul menjadi “Abad Kejayaan” terus berlanjut, salah seorang dosen asal Pasuruan bernama Ustadz Fadh Ahmad Arifan memaparkan secara jelas bahwa tayangan yang diputar oleh ANTV…
http://masawep.in/2014/12/30/karangan-orientalis-kristen-king-suleiman-atau-abad-kejayaan-harus-dihentikan/

King Suleiman, Distorsi Tautan Sejarah Islam dan Kerajaan Polandia-Hungaria

FILM The King Suleiman kini tengah booming di Indonesia. Namun bila kurang jeli, pengetahuan kita akan jatuh dalam distorsi sejarah Islam.
Sebelum film ini tayang di Indonesia, saya dan suami sudah nonton duluan dan menyelesaikan semua episode. Setelah menonton saya dan suami berdiskusi perihal…
http://masawep.in/2014/12/30/king-suleiman-distorsi-tautan-sejarah-islam-dan-kerajaan-polandia-hungaria/

2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Museum Louvre dikunjungi 8,5 juta orang setiap tahun. Blog ini telah dilihat sekitar 190.000 kali di 2014. Jika itu adalah pameran di Museum Louvre, dibutuhkan sekitar 8 hari bagi orang sebanyak itu untuk melihatnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Indonesia, Aceh, dan Tsunami

10 tahun yang lalu, salah satu bencana alam paling mematikan dalam sejarah membunuh 227.898 nyawa di 14 negara di sekitar Samudera Hindia-hampir 170.000 di antaranya dari Indonesia.
Dimulai pada pagi hari tanggal 26 Desember 2004, sekitar 240 kilometer lepas pantai barat Sumatera, ketika gempa bumi dengan kekuatan 9.1 skala richter-terbesar ketiga sejak tahun 1900- memecah dasar laut. Dalam rentang waktu 8 menit, patahan tersebut merentang sepanjang 1.127 kilometer, melepaskan energi 23.000 kali lebih besar dari bom atom yang menghancurkan Nagasaki, Jepang. Sebagian dari dasar laut bergeser 9 meter ke arah barat-barat daya.
Please like & share:
var addthis_config =
pubid: “YOUR-PROFILE-ID”

http://masawep.in/2014/12/29/indonesia-aceh-dan-tsunami/

Belajar Skala Prioritas dari Joko Widodo

Itulah skala prioritas seorang Joko Widodo.
Papua lebih penting dari Aceh. Natal lebih urgen dari tsunami. Kelahiran seorang tuhan agama Kristen lebih mendesak dari kematian ratusan ribu penduduk Aceh.
Ironis. Beginilah cerita serial negeriku….
Please like & share:
var addthis_config =
pubid: “YOUR-PROFILE-ID”

http://masawep.in/2014/12/24/belajar-skala-prioritas-dari-joko-widodo/

Caraku menyentuh dunia