Keutamaan Menuntut Ilmu

image

بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillahilladzii anzala ‘ala ‘abdihil kitaaba wa lam yaj’allahu ‘iwaja…
Wa sholAllahu wa salam wa baarok ‘ala imaamal muttaqien…
Wa sayyidil mursaliin…
Wa a’lamu ahlal ardhu ajma’iin…
Wa ‘ala aalihi wa shohbihit thoohiriin…
Wawarotsatul anbiyaa-i al ‘ulamaa-ir robbaniyyiin…
Wa ‘ala kulli min saari ‘ala nahjihim, wattaba’u sabiilahum ila yaumiddin…

Amma ba’d…

Setiap Muslim wajib membekali diri dengan ilmu. Bekal ilmu yang dimaksud adalah ilmu pengetahuan yang seluas-luasnya. Rasulullah SAW telah memerintahkan agar kita umat beliau untuk menuntut ilmu dari sejak buaian ibu, sampai ke liang Lahat. Hal itu berarti bahwa ilmu memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Islam telah memotivasi kaum Muslim untuk menuntut ilmu sebanyak-banyak mungkin dan memperluasnya seluas-luasnya. Sebab ILMU selain berpengaruh pada prilaku manusia, ILMU juga akan membimbing pemiliknya untuk dapat beramal dan beribadah secara baik dan benar. Artinya bahwa ILMU sangat menentukan kualitas suatu keimanan, amal dan ibadah seseorang Muslim.



A. DALIL PERINTAH MENUNTUT ILMU

Hadist Rasulullah SAW : ” Barangsiapa dikehendaki Allah untuk memperoleh kebaikan, maka Allah akan membuat dirinya menjadi mudah Farhan akan ilmu-ilmu Agama.” ( Mutafaqun Alaih ).

Dalam hadist Rasulullah SAW yang lain, beliau juga bersabda :”Dunia ini terlaknat, termasuk apa yang ada didalamnya, kecuali dzikir kepada Allah, dan yang menyerupainya ( ketaatan kepada Allah ) juga orang-orang yang berilmu serta orang yang menuntut Ilmu.” (HR. At-Thirmidzi & Ibnu Majah).


B. KEUTAMAAN ORANG YANG BERILMU & YANG MENUNTUT ILMU

Diantara keutamaan Seorang Muslim yang memiliki ilmu yang banyak adalah :

1. Ilmu mengangkat derajat pemiliknya

أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui? Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Surah Az-Zumar (39:9)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: Berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Surah Al-Mujadilah (58:11)

2. Sebagai tanda bahwa pemiliknya berada di atas kebaikan. 
Rasulullah ص bersabda : “Barang siapa dikehendaki Allah padanya kebaikan, maka Allah akan memahamkan Dien kepadanya”. (Mutafaqun Alaih)

3. Dimudahkan jalannya menuju jannah (syurgaNya Allah).
Rasulullah ص bersabda : “Barang siapa menempuh suatu perjalanan dalam menuntut ilmu, maka Allah akan melapangkan jalannya ke jannah”. (HR. Muslim)

4. Dinaungi para malaikat dan didoakan olehnya serta seluruh penghuni langit dan bumi bahkan semut dan ikan di lautan. 
Rasulullah ص bersabda : “Sesungguhnya para malaikat menaungi dengan sayapnya orang yang mencari ilmu, dikeranakan reda kepada apa yang dicari”. (Hadits Hasan Riwayat Ahmad)
“Sesungguhnya Allah, para malaikat, penduduk langit dan bumi, sampai semut dan ikan mendo’akan kebaikan kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”. (HR. Tirmidzi).

5. Menuntut Ilmu berada di jalan Allah (fi sabilillah). 
Rasulullah ص bersabda : “Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah sampai ia kembali”. (Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi).

6. Seorang ‘Alim (org yg berilmu) lebih afdhal (mempunyai kelebihan) daripada seorang ‘Abid (ahli ibadah). 
Rasulullah ص bersabda : “Sesungguhnya keutamaan seorang ‘Alim atas seorang ‘Abid seperti kelebihan cahaya rembulan dari seluruh bintang-bintang”. (HR. Tirmizi).
Abi Umamah meriwayatkan daripada Rasulullah ص : “Fadhilah (keutamaan) seorang ‘Alim atas seorang ‘Abid seperti kelebihanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian”. (HR. Tirmizi, Jami’ush Shaghir: 5859)

7. Mendapatkan pahala seperti pahala amalan orang yang kepadanya diajarkan ilmu tersebut. 
Rasulullah ص  : “Barangsiapa menunjukkan kepada sesuatu kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengamalkannya”. (Hadits Hasan Sahih Riwayat Tirmidzi).

8. Pahala ‘Alim yang bermanfaat ilmunya tidak terputus setelah wafatnya. 
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ص bersabda : “Apabila seseorang meninggal dunia maka terputuslah segala amalannya kecuali dari tiga perkara : 
– Sedekah jariyah, 
– Ilmu yang bermanfaat dan 
– Anak sholih yang mendoakannya. (HR. Muslim)

‬C. ILMU APA YANG HARUS DIPELAJARI ?
Nah ikhwahfillah rohimakumullah… 
 
Setelah kita faham betapa pentingnya kedudukan orang yang berilmu, maka hal selanjutnya yang perlu kita bahas adalah : Ilmu apa saja yang WAJIB untuk dicari oleh seorang Muslim ? 
Kita harus bisa memilah dan memilih ilmu apa saja yang harus kita pelajari dan perdalam karena di dunia ini banyak sekali ilmu tersedia. Ilmu yang akan wajib kita cari adalah ilmu yang bisa menyelamatkan kita baik di dunia maupun di akhirat, hal ini sebagaimana yang diajarkan oleh Allah SWT dan RasulNya.

Dalam suatu hadist Rasulullah SAW, beliau bersabda :
“Seseorang hamba belumlah dia mencapai tingkatan sebagai orang yang bertaqwa sebelum dia mampu meninggalkan sesuatu yang tidak ada larangannya (akan tetapi dia) khawatir (hal tsb) akan menjerumuskan dirinya pada suatu (yang mengakibatkan) dosa.” (HR. At Thirmidzi dan Ibnu Majah).

Dari hadist diatas, jika untuk mencapai derajat taqwa itu dituntut suatu kepekaan dan kehati-hatian sedemikian rupa… Mari kita bayangkan bagaimana kira keadaan kita jika kita tidak  menuntut ilmu ?? Mana kita bisa tahu mana yang harus diambil dan mana yang harus dihindari ? Mana yang wajib, mana yang sunah, mana yang mubah, mana yang Markus dan mana yang subhat dan juga mana yang tidak termasuk didalamnya dan bagaimana kita harus menyikapinya ? Semua itu perlu Ilmu. Sekali lagi ilmu adalah pintu amal sholih.. Amal sholih adalah pilar ketaqwaan.


Demikian kiranya kajian singkat via On Line pada malam hari ini… Semoga kajia perbekalan ini bisa difahami dengan baik oleh seluruh jama’ah Majelis Ilmu AHQ dan sekaligus pintu pembuka hati kita untuk bergegas mengambil posisi sebagai kelompok hamba2 yang cinta ilmu… Mempelajari, mengamalkan dan mengajarkannya. 

Billaahi Taufiq wal Hidayah 
Wassalam wrwb.

Team Pemateri AHQ 



Silahkan berkomentar cerdas...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s