Keutamaan Puasa Sunat Syawal

image

📚 Apa itu puasa Syawal?
💥 Puasa Syawal adalah puasa yang dilakukan pada bulan Syawal (setelah puasa Ramadhan) selama 6 hari. Hukum Puasa 6 Hari Bulan Syawal adalah SUNNAH.📎

📚 Apa keutamaan puasa Syawal?
💥 Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan lalu diikutinya dengan 6 hari pada Syawal, maka itulah seperti puasa sepanjang masa/tahun.”
[Riwayat Muslim 1984, Ahmad 5/417, Abu Dawud 2433,
At-Tirmidzi 1164]

💥 Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh.
[Hadits riwayat Nasa’i]


💥 Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh.
[Hadits riwayat Ibnu Khuzaimah]

📚 Apa hikmah puasa Syawal?
💥 Hikmah disunnahkannya puasa enam hari di bulan Syawwal adalah untuk menjaga agar diri kita tidak lepas kontrol setelah sebulan penuh melaksanakan puasa dan mengekang berbagai macam pantangan, kemudian dibebaskan untuk makan dan minum.

Lebih dari itu, puasa Syawal adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh ajaran agama kita.

📚 Bagaimana menunaikan puasa Syawal?
💥 Puasa sunnah pada bulan Syawal adalah pada 6 (enam) hari setelah hari lebaran Idul Fitri yaitu pada tanggal 2, 3, 4, 5, 6, dan 7.

Namun dapat juga melakukannya selama 6 hari pada tanggal/ hari yang lain asalkan masih dalam bulan Syawal.📝

Syaikh Yusuf Qardhawi berpendapat bahwa puasa Syawal tidak harus dilakukan langsung sehari setelah hari raya dan tidak harus berturut-turut. Yang penting dilakukan selama bulan Syawal maka akan mendapat keutamaan (fadhilah) puasa Syawal seperti disebut dalam hadis. Menurut imam Ahmad pun demikian. Bisa dilakukan berurutan atau tidak, sama saja nilainya.

📝 Dalam mazhab Syafi’i juga dibenarkan berurutan atau tidak berurutan.
Tapi menurut mazhab Syafi’i lebih mustahab atau lebih dianjurkan dan afdhal berurutan. Demikian juga menurut pendapat Imam Nawawi

📚 Bagaimana jika mempunyai hutang puasa Ramadhan?
💥 “Jika seseorang tertinggal beberapa hari dalam Ramadhan, dia HARUS berpuasa terlebih dahulu, lalu baru boleh melanjutkannya dengan 6 hari puasa Syawal, karena dia tidak bisa melanjutkan puasa Ramadhan dengan 6 hari puasa Syawal, kecuali dia telah menyempurnakan Ramadhan-nya terlebih dahulu.”
[Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’, 10/392]

:idea::idea:🔦 Mari kita bersegera dalam kebaikan, seperti dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):
“..Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha(kepadaku)”
[TQS. Thaha : 84]

semoga bermanfaat

📑 Reff:
 Fataawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah lil Buhuuts wal Ifta’
 Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab

Silahkan berkomentar cerdas...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s