Beginilah Proses Terjadinya Gerhana Cincin Api

image

Penduduk bumi kedatangan fenomena langka dari luar angkasa. Gerhana matahari cincin “Ring of Fire” akan tampak pada hari ini, Selasa 29 April 2014. Namun fenomena ini hanya bisa dilihat di sebagian wilayah saja.
Gerhana matahari terjadi ketika cahaya matahari terhalang oleh bulan, sehingga sinar tidak semuanya sampai ke Bumi. Saat ini terjadi, bulan berada di posisi terdekat dengan bumi.
“Peristiwa yang merupakan salah satu akibat
dinamisnya pergerakan posisi Matahari, Bumi dan Bulan ini hanya terjadi pada saat fase bulan baru dan dapat diprediksi sebelumnya,” demikian yang dimuat dari situs Bmkg.go.id , Selasa (29/4/2014).

Dijelaskan bahwa gerhana matahari cincin terjadi pada saat ujung bayangan umbra bulan tidak sampai ke permukaan bumi. Konsekuensinya akan ada bayangan umbra tambahan (disebut antumbra) yang mengenai permukaan Bumi.
Di lokasi yang terkena antumbra ini, saat puncak gerhana terjadi, Matahari akan terlihat seperti sebuah cincin. Keadaan ini terjadi saat bagian tengah piringan Matahari tertutup oleh piringan Bulan, sementara di bagian tepinya tidak tertutupi. Adapun di lokasi yang terkena penumbra, gerhana yang teramati adalah berupa gerhana matahari sebagian.
Pada saat puncak gerhana, piringan matahari yang terlihat tidaklah utuh karena di bagian tertentu pinggirnya tertutupi oleh piringan bulan.
Seperti dimuat situs Nahdlatul Ulama (NU), Nu.or.id , proses gerhana yang terlihat di Indonesia diawali kontak awal penumbra pada Selasa pagi, sekitar pukul 10:52:38 WIB. Kemudian kontak awal umbra akan dicapai pada 12:57:35 WIB.
Dilanjutkan dengan puncak gerhana pada sekitar pukul 13:03:25 WIB. Kemudian kontak akhir umbra akan terjadi pada sekitar 13:09:36 WIB dan kontak akhir penumbra pada sekitar 15:14:29 WIB.
Di Indonesia, gerhana matahari cincin hanya terlihat sebagai gerhana matahari sebagian. Beberapa daerah di Indonesia yang menjadi lokasi untuk mengamati gerhana ini adalah daerah Yogyakarta, Jawa Timur bagian Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Gerhana “Ring of Fire” hanya bisa dilihat dari daratan Antartika, Kutub Selatan. Daerah lain yang bisa dijadikan lokasi melihat gerhana adalah Australia. Namun hanya terlihat gerhana sebagian di negeri kanguru.
Fenomena ini merupakan salah satu dari 4 gerhana yang terjadi selama 2014, yaitu gerhana bulan total pada 15 April, gerhana matahari cincin 29 April, gerhana bulan total 8 Oktober dan gerhana matahari 23 Oktober 2014.
Dilarang melihat gerhana matahari dengan mata telanjang atau pun teleskop. Para ilmuwan menggunakan filter atau penyaring khusus supaya aman saat melihat ke arah matahari saat gerhana.

Silahkan berkomentar cerdas...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s