Bocah-bocah Ajaib yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat

Cecilia Cichan selamat dari kecelakaan pesawat Northwest Airlines di AS 1987 (AP Photo)
Cecilia Cichan selamat dari kecelakaan pesawat Northwest Airlines di AS 1987 (AP Photo)

Seorang bocah berusia 10 tahun menjadi satu-satunya penumpang yang selamat dari kecelakaan pesawat di Libya, yang menewaskan 103 penumpang dan awak, Rabu 12 Mei 2010. Nasib bocah asal Belanda itu kini memunculkan spekulasi bahwa anak-anak berpeluang besar untuk selamat dari kecelakaan pesawat.

Spekulasi itu masih mengundang perdebatan. Namun fakta mengungkapkan bahwa setidaknya sudah ada lima kasus di mana terdapat seorang penumpang cilik yang selamat dari kecelakaan pesawat terbang.Berikut daftar nama penumpang cilik yang selamat dari kecelakaan pesawat, seperti yang dihimpun kantor berita Associated Press.

12 Mei 2010 : Pesawat Afriqiyah Airways jatuh saat akan mendarat di Tripoli, Libya, dengan membawa 104 penumpang dan awak. Penumpang selamat: Bocah asal Belanda berusia 10 tahun.

30 Juni 2009 : Pesawat Yemenia Airlines jatuh di peraiwan Kepualuan Comoros, Samudera Hindia, dengan menewaskan 152 orang. Penumpang selamat: Bocah berusia 12 tahun dan sempat 13 jam terapung-apung di lautan.

8 Juli 2003 : Pesawat Sudan Airways jatuh saat baru lepas landas di Bandara Port Sudan, 116 orang tewas: Penumpang selamat: Bayi berusia 3 tahun, yang terlempar ke semak-semak. Dia kehilangan kaki kanan dan menderita luka bakar.

11 Januari 1995 : Pesawat Intercontinental Aviation jatuh di dekat Cartagena, Kolombia, menewaskan 51 orang. Penumpang selamat: Gadis berusia 9 tahun. Dia menderita patah tulang bahu dan luka lebam.

16 Agustus 1987 : Pesawat Northwest Airlines jatuh di jalan tol saat baru lepas landas. 148 penumpang dan awak pesawat serta dua orang di darat tewas. Penumpang selamat: Anak kecil berusia 4 tahun yang masih duduk di kursi dengan sabuk pengaman.

Sumber: Vivanews.com

One thought on “Bocah-bocah Ajaib yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat”

  1. Subhanallah mas, nice posting… ngebut nih kayaknya😉

    Ehm, kalo menurut saya, semuanya adalah takdir…
    pernah baca di sebuah buku ttg malaikat;
    ketika takdirnya Allah datang, semua malaikat yang menjaga orang itu akan menyingkir, tapi kalo belum takdirnya, tu malaikat pasti akan “menjaga” orang tsb.

    Ini menjelaskan kenapa kita pernah dalam kondisi seakan2 hampir terkena musibah (misalnya: jatuh), tp gak jadi…

    Suka

Silahkan berkomentar cerdas...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s